Desain Industri dan Merek untuk Pengembangan Bisnis UMKM

Desain Industri dan Merek untuk Pengembangan Bisnis UMKM

Cibinong, Humas LIPI. Pentingnya desain kemasan dan pelindungan merek, serta penentuan desain dan merek yang menarik dapat meningkatkan nilai produk sehingga dapat meningkatkan perekonomian berbasis usaha kecil dan menengah (UMKM). Visual produk yang diperjualbelikan merupakan hal yang esensial dalam memikat konsumen, selain itu suatu produk perlu mencirikhaskan identitasnya melalui brand. Kekuatan brand sangat menentukan konsumen untuk repeat order

Terkait hal tersebut Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII LIPI) mengadakan Webinar “Desain Industri dan Merek LIPI” untuk para UMKM secara virtual, pada Kamis (22/7). Webinar ini diharapkan mampu memberi inspirasi dalam meningkatkan perekonomian berbasis UMKM khususnya untuk desain industri/kemasan dan merek.

Pada sesi pertama, Adityo Wicaksono, S.Ds., M.Bus., Peneliti Muda dari Pusat PP2KMI LIPI membahas mengenai Desain Kemasan untuk Pengembangan Bisnis UMKM. “Melalui perbaikan desain dan kualitas kemasan, UMKM dapat meningkatkan bisnisnya. Meningkatkan bisnis dengan menaikkan willingness to pay konsumen sehingga UMKM dapat menjual dengan harga yang lebih baik dan dalam jumlah yang lebih banyak. Melalui perbaikan kemasan, UMKM dapat juga memperbaiki value proposition produk mereka sehingga dapat menjangkau segmen pasar yang tepat,” jelas Adityo.

Lebih lanjut lagi Adityo juga menyampakain bahwa, “Kemasan dan merek sebagai suatu identitas atau karakter sebuah produk, maka para UMKM perlu memperhatikan kemasan sebagai salah satu alat untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih menguntungkan bagi pelaku usaha khusunya para UMKM,” tegasnya.

Sedangkan pada sesi kedua, Nugraha Ramadhani selaku Sub Koordinator Inkubasi Teknologi Perusahaan Rintisan PPII LIPI tampil untuk memaparkan terkait Dukungan Pengembangan UMKM Melalui Fasilitasi Alat dan Program Inkubator Bisnis Teknologi LIPI. “Salah satu target utama PPII LIPI adalah lahirnya usaha-usaha baru berbasis teknologi yang akan memperkuat program ekonomi kreatif di Indonesia. Sebagai inkubator, PPII LIPI melakukan proses inkubasi terhadap wirausaha/tenant melalui pelayanan penyediaan tempat sebagai sarana beserta fasilitas pendukung lainnya, meliputi akses teknologi, manajemen usaha, akses pemasaran, akses permodalan, pelatihan, pendampingan, dan bimbingan kewirausahaan,” ungkapnya.

LIPI melalui PPII mendukung para pelaku usaha khususnya UMKM dalam membantu melakukan pendampingan maupun pembinaan untuk pelaku usaha baru termasuk dalam pendampingan pembuatan desain kemasan. Selain itu LIPI juga menyiapkan berbagai fasilitas/alat yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk mengembangkan produknya. (thp ed. sl)