PPII Gelar Coaching Clinic Penyusunan Dokumen Paten Bidang Teknologi Informasi Dan Digital

PPII Gelar Coaching Clinic Penyusunan Dokumen Paten Bidang Teknologi Informasi Dan Digital

Cibinong. Humas LIPI. Paten merupakan pelindungan hukum untuk karya intelektual di bidang teknologi. Karya intelektual tersebut dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, berupa proses atau produk atau penyempurnaan dan pengembangan produk dan proses. 

Selain itu, paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu yang melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Sebagai lembaga litbang negara, perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) merupakan upaya LIPI dalam memuliakan aset intelektual yang dihasilkan. Pada proses manajemen KI, kegiatan perlindungan KI merupakan tahap awal yang harus dilakukan sebelum mengoptimalkan aset intelektual tersebut. Paten, hak cipta, dan PVT merupakan fokus utama LIPI dalam melindungi KI, selain tentunya juga mempertimbangkan perlindungan dalam bentuk lainnya (misalnya desain industri dan merek). Sedangkan benefisiasi KI dilakukan dalam rangka upaya kapitalisasi KI LIPI kepada masyarakat sehingga memiliki dampak sosial dan ekonomi.

Paten juga merupakan salah satu indikator kemajuan suatu bangsa. Produktivitas KI khususnya paten di Indonesia terus mengalami peningkatan. LIPI merupakan lembaga yang memberikan kontribusi jumlah paten tertinggi secara nasional. Dibandingkan dengan lembaga penelitian non kementerian lainnya, kementerian dan universitas di Indonesia, LIPI mempimpin jumlah perolehan paten terbesar.

Pada Jumat (18/6), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Pengembangan Inovasi dan Iptek (PPII) menggelar coaching clinic Penyusunan Dokumen Paten Bidang Teknologi Informasi dan Digital. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari 18, 21 dan 22 Juni 2021 secara virtual. Tujuan kegiatan ini diadakan adalah agar peserta mampu menyusun dokumen paten secara mandiri. Melalui coaching clinic ini peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan tutor dan peserta melalui forum diskusi via streaming (aplikasi zoom).

Kegiatan dibuka oleh Koordinator Bidang Manajemen Kekayaan Intelektual PPII LIPI, Harini Yaniar dan menghadirkan narasumber dari PPII LIPI yang kompeten di bidangnya yaitu Irwan Budhi Iswanto (Mekanisme coaching clinic), Adi Setiya Dwi Grahito (Paten dan Analisa Patentabilitas) dan Prio Adi Ramdhani (Penelusuran Dokumen Paten).

Revolusi teknologi kumputasi dan digital tidak dapat kita hindari berbagai inovasi teknologi komputasi dan digital kita gunakan dan nikmati dalam kehidupan sehari-hari sudah sangat lekat terutama bagi masyarakat perkotaan. Perkembangan teknologi secara global akan terus berlanjut tanpa bisa dihentikan. Kita sebagai bangsa harus mampu bersaing dengan cara meningkatkan pengembangan teknologi dan inovasi. Tanpa teknologi dan inovasi kita akan tertinggal dari bangsa lain. Untuk itu semua diperlukan perlindungan hukum, perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual seperti hak cipta atau paten. Perlindungan terhadap hak kekayaan intelektuan berarti melindungi inventor agar tetap terus berkarya, berkreasi dan berinovasi.

Dengan begitu cepatnya perubahan teknologi baru ini maka muncul tantangan dalam menangani proses kekayaan intelektual. Bagaimana proses perlindungan inovasi baru yang telah dihasilkan? Jenis kekayaan intelektual apa yang cocok untuk melindungi inovasi baru tersebut? Dan apa ancaman terhadap kekayaan intelektual digital Anda?

PPII LIPI memiliki wewenang dalam melakukan pengelolaan KI di LIPI. Aktivitas manajemen KI di PPII LIPI merupakan kegiatan layanan yang diberikan kepada internal dan eksternal LIPI dan berorientasi pada optimasi pemanfaatan KI.

Setiap hak KI menawarkan bentuk perlindungan yang berbeda, misalkan untuk perangkat lunak (software) yaitupaten melindungi cara program membuat komputer bekerja, hak cipta melindungi kode program komputer dari penyalinan dan hak tata letak sirkuit melindungi tampilan (desain dan tata letak) dari sirkuit elektronik.

Paten menawarkan bentuk perlindungan yang lebih kuat untuk perangkat lunak. Paten dapat diberikan untuk solusi inovatif dan praktis untuk masalah teknologi. Akan tetapi, perlindungan paten tidak berlaku untuk program yang dikembangkan untuk melakukan proses kerja/metode dengan cara yang sama seperti program lain, meskipun kodenya berbeda.(ew ed sl)