Aplikasi Multi Centre Clinical Trial (MCCT) Untuk Pengelolaan dan Pengolahan Data Uji Klinis Multi Center

Aplikasi Multi Centre Clinical Trial (MCCT) Untuk Pengelolaan dan Pengolahan Data Uji Klinis Multi Center

Cibinong. Humas LIPI. Berbagai upaya dilakukan banyak pihak di seluruh dunia termasuk di Indonesia sebagai langkah penanganan pandemi Covid-19. Salah satu upaya tersebut yaitu melakukan penelitian virus SARS-CoV-2. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai lembaga penelitian telah melakukan penelitian berkaitan dengan Covid-19 ini dengan menggunakan berbagai metode dan pendekatan.

Dr. Rifki Sadikin, Koordinator Laboratorium Riset Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK (PPII) LIPI menerangkan tentang Aplikasi Multi Centre Clinical Trial (MCCT) (lihat https://mcct.hpc.lipi.go.id) untuk pengelolaan dan pengolahan data uji klinis multi center. “Aplikasi MCCT dikembangkan oleh Kementerian Ristek/BRIN dan LIPI untuk mendukung manajemen, pengolahan data, monitoring dan audit uji klinis multiple center sehingga dapat memenuhi Cara Uji Klinis Yang Baik (CUKB),” terangnya pada acara Sharing Session Riset Covid yang dihelat Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), pada Kamis (26/11).

Rifki yang juga seorang peneliti di Pusat Penelitian Informatika (P2I) LIPI menjelaskan, MCCT digunakan pula sebagai uji klinis terkait obat, terapi, vaksin dan suplemen untuk kasus Covid-19 yang akan dimulai pada bulan Juli 2020 melalui pendanaan LPDP. 

Di sisi lain, dirinya juga menuturkan bahwa LIPI mendukung pembangunan infrastruktur fisik terbesar di Indonesia yaitu HPC (High Performance Computing) dan uji klinis immunomodulator. “Selain sivitas LIPI, eksternal LIPI (mahasiswa, dosen, masyarakat) pun dapat memanfaatkan HPC yang berlokasi di Gedung Inovasi PPII Kawasan Cibinong Science Center (CSC) LIPI ini dengan melakukan pendaftaran di layanan sains elsa.lipi.go.id.,” rinci Rifki yang fokus mengelola laboratorium riset yang ada di LIPI

Lebih lanjut Rifki mengatakan bahwa tidak hanya HPC, terdapat pula layanan dan fasilitas laboratorium lainnya yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan berkolaborasi dengan peneliti-peneliti LIPI dengan latar berlakang disiplin ilmu yang beragam.

“Layanan sains merupakan peran LIPI sebagai penyedia infrastruktur penelitian, pengembangan dan pengkajian nasional baik sumber daya manusia maupun perangkat lunak dan keras serta hub kolaborasi aktivitas kreatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbuka bagi akademisi, industri, UMKM, SDM IPTEK dan masyarakat lainnya,” papar Rifki.

Sharing session Riset Covid-19 ini menghadirkan juga beberapa narasumber yang berkompeten dari LIPI, BPTT dan BPOM sehingga memberikan banyak manfaat terkait penelitian Covid-19 dan pengelolaan laboratorium.

“Salah satunya informasi uji klinis dan standarisasi laboratorium harus sudah terakreditasi ISO:17025, artinya laboratorium tersebut dapat memberikan hasil test yang dapat dipercaya untuk keamanan dan kenyamanan konsumen dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkas Rifki. (yl ed sl)