Mengenal Layanan Sains LIPI Versi Online

Mengenal Layanan Sains LIPI Versi Online

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki infrastruktur riset dan non riset yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh SDM IPTEK LIPI, namun juga dapat dimanfaatkan  oleh akademisi, industri, UMKM dan masyarakat lainnya melalui E-Layanan Sains (ELSA) LIPI dengan regulasi yang telah ditentukan. Terkait dengan penggunaan sarana laboratorium penelitian, Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek (PPII) menyelenggarakan webinar “Kick Off Pelaksanaan Layanan Sains LIPI tentang E-Layanan Sains Penelitian Pengembangan Pengkajian dan Penerapan (Litbangjirap)” melalui aplikasi zoom pada Senin (3/08).

Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK (PPII) LIPI Dr. Yan Riyanto, M.Eng berkesempatan memberikan arahan terkait pemanfaatan fasilitas ELSA diantaranya isu penggunaan peralatan laboratorium yang merupakan alat milik negara agar dapat dimanfaatkan secara optimum dan dioperasikan dengan baik (terintegrasi). “Alat laboratorium tidak hanya untuk SDM IPTEK/sivitas LIPI tetapi dapat digunakan pula oleh eksternal LIPI dengan syarat dan ketentuannya”, ungkap Yan.

Webinar ini menghadirkan narasumber Dr. Rifki Sadikin M. Kom dan Nugraha Ramadhany S.Kom. sebagai moderator. Narasumber dari Pusat Penelitian Informatika LIPI ini mempresentasikan materi berjudul “Integrasi Laboratorium dan Pelaksanaan E-Layanan Sains Sarana Litbangjirap”. Narasumber memaparkan banyak hal terkait dengan topik webinar yaitu mengenai infrastruktur riset LIPI, bagaimana mengintegrasikan penggunaan peralatan laboratorium, proses binis layanan sains, sarana Litbangjirap, ELSA poin hingga top up ELSA poin.

“ELSA poin adalah sistem pengendalian penggunaan sarana penelitian, pengembangan, dan/atau pengkajian berbasis poin kredit virtual pada layanan sains untuk pegawai LIPI. Semua peralatan penelitian sebaiknya masuk ELSA dengan alasan sebagai bahan monitoring dan evaluasi optimal atau tidaknya penggunaan alat tersebut”. Jelas Rifki

Lebih lanjut nara sumber menyampaikan bahwa pengguna manual atau petunjuk teknis penggunaan ELSA akan tersedia pada Intra LIPI. Dalam presentasinya beliau menyampaikan bahwa ELSA poin awal tahun pihak internal LIPI yang terlibat dalam litbangjirap akan mendapatkan modal awal bagi setiap SDM IPTEK LIPI dengan besaran yang sudah ditentukan dan top up ELSA poin per angka kredit sebesar 100.000.

Salah satu yang menarik pada sesi diskusi adalah contoh penggunaan peralatan laboratorium oleh peneliti dan mahasiswa yang mandiri atau bukan kegiatan penelitian yang tidak masuk dalam proyek LIPI, bagaimana dengan analisanya apakah bisa menggunakan ELSA pay atau membayar PNBP? Menurut narasumber dapat menggunakan ELSA poin pembimbingnya (SDM IPTEK) atau jika mahasiswa tersebut dianggap eksternal LIPI maka dapat membayar PNPB, namun tidak dibolehkan melalui peneliti.

Terkait dengan kegiatan penelitian mahasiswa dengan peneliti LIPI sebagai pembimbing yang menggunakan sarana peralatan laboratorium dikaitkan dengan ELSA poin peneliti, Kepala PPII menambahkan bahwa setiap SDM IPTEK diberikan SK ELSA poin diawal tahun, kemudian setelah menghasilkan output/keluaran mereka akan mendapat top up poin yang dikalikan dengan angka kreditnya, lalu dikurangi biaya operasional dan maintenance sehingga kemungkinan terjadi juga surplus pada saldo ELSA poinnya.

Webinar ini penting dihadiri sivitas LIPI terutama para SDM IPTEK yang terlibat dalam penelitian yang menggunakan fasilitas atau sarana peralatan laboratorium. Webinar dihadiri oleh 363 peserta dari 369 orang yang mendaftar atau mencapai 98% tingkat kehadiran. Layanan Sains LIPI dapat diakses melalui www.elsa.lipi.go.id. (dk/sti/ed:yl)