UMKM “DE’MANJA” MANFAATKAN FASILITAS PPII LIPI

UMKM “DE’MANJA” MANFAATKAN FASILITAS PPII LIPI

Humas, Cibinong. Seringkali dari kebanyakan masyarakat yang tergolong usaha mikro kecil menengah atau UMKM dan calon pengusaha pemula (startup) serta wiausaha lainnya memperbincangkan tentang  bagaimana untuk menciptakan, mengembangkan dan meningkatkan produk hingga menjadi sempurna dan layak diterima konsumen. Kelompok masyarakat ini masih mencari informasi yang tepat untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek LIPI

Pusat Pemanfaatan dan Iovasi Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII-LIPI) mempunyai tugas dan fungsi salah satunya yaitu membina para wirausaha atau tenan dan mendorong penciptaan dan pengembangan perusahaan pemula berbasis teknologi.

Pada kali ini kami ingin memperkenalkan salah satu dari sekian banyak profil tenan binaan PPII LIPI, yaitu “De’Manja”, nama  tenan yang cukup unik dan gaul bukan?  produk apakah ini? Sebelumnya kami melakukan wawancara dengan pemilik produk tersebut. Ketika ditanya kenapa tertarik bergabung dengan program inkubasi di PPII LIPI jawabannya adalah karena di tempat yang termasuk kawasan CSC (Cibinong Science Center) ini ada banyak inovasi, teknologi dan penelitian yang berkaitan dengan produknya. 

Diana Yulicia (pemilik UMKM De’Manja) sedang memproses produknya
di Ruang Pilot Plan PPII LIPI

Diana Yulicia sebagai pemilik produk makanan “De’Manja” berupa manisan dan olahan jahe ini merupakan salah satu UMKM in wall PPII LIP artinya sehari-hari ia berkantor di ruang tenant Gedung Teratai PPII LIPI terkecuali pada masa pandemi ini tenan lebih banyak bekerja di rumah. Dalam wawancara tertulis secara daring ia mengakui bahwa selama menjadi UMKM binaan PPII mendapatkan pengetahuan tentang branding, kemasan, akutansi dasar dan lain lain. Selain itu kelebihan menjadi UMKM binaan mendapatkan fasilitas penyewaan ruang kantor, alat-alat produksi seperti freeze dryer, mesin pengemasan dan freezer -70 ° Celsius. Alat dan fasilitas yang digunakan menurutnya dapat meningkatkan produksi baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan keawetan produk lebih lama.  Peralatan dan fasilitas hampir tidak ada kendala namun selama masa pandemi covid 19 kegiatan penggunaan tersebut dihentikan sementara dan transisi ke normal baru menunggu informasi lebih lanjut dari PPII sebagai  inkubator. “Pada masa pandemi ini walaupun aktivitas terbatas, namun kegiatan produksi dan penjualan masih aktif” ungkap ibu yang tinggal sekitar Depok ini.

Pada akhir wawancara ibu peserta tenan baru ini berpesan bahwa “untuk teman-teman UMKM apabila kita mau maju kita harus berkomitmen dengan apa yang sudah kita kerjakan, jangan malu untuk bertanya terus belajar dan berinovasi di lingkungan yg benar, yakin dan percaya kita pasti berhasil”.

De’Manja hanya salah satu tenan binaan PPII yang menggunakan beberapa peralatan PPII seperti yang telah disebutkan di atas, ada beberapa tenan lainnya dengan berbagai jenis produk menggunakan dan memanfaatkan fasilitas alat guna pengujian dan peningkatan produk UMKM tersebut. Ada beberapa peralatan lainnya selain freeze dryer yang dapat digunakan oleh para UMKM binaan PPII meliputi fermentor kapasitas 50 dan 200 liter, centrifuge, spektrofometer, spray dryer, kabinet laminar, autoclaveInkubator shaker, evaporator skala 200 dan 500 liter, Filter press, oven, dan mixer serta fasilitas lainnya. (dk/ed,yl)