WEBINAR THE ART OF PATEN DRAFTING

WEBINAR THE ART OF PATEN DRAFTING

Kata “Paten” seringkali dibicarakan sebagian besar masyarakat terutama di kalangan akademisi baik dosen/pelajar, peneliti, pengusaha industri bahkan masyarakat umum. Apa sebenarnya yang disebut paten, bagaimana cara membuat draf paten dan lain sebagainya. Untuk menjawab hal ini Pusat Pemanfaatan dan Invasi Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII-LIPI) menyelenggarakan webinar yang berlangsung Rabu 13/05/2020 dengan mengusung tema “The Art of Patent Drafting”.

Meski saat ini masih ditengah pandemi covid 19, tidak menjadi halangan bagi PPII-LIPI untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengedukasi konten kepada masyarakat luas.  Antusias masyarakat terhadap keingitahuan tentang “Paten” terbukti dengan adanya pendaftaran keikutsertaan webinar yang melebihi dari 500 peserta pendaftar atau lebih dari kuota, namun demikian masyarakat dapat mengaksesnya melalui media online live streaming youtube channel LIPI Indonesia.

Bidang Menejemen Kekayaan Intelektual PPI- LIPI menghadirkan narasumber Irwan Budhi Iswanto S.T. MBA. dan Prio Adi Ramadhani S.T. dengan judul presentasi masing-masing yaitu “PATEN Things you should know about!” dan “Strategi Menulis Dokumen Paten”,  serta Harini Yaniar S.Si.M.Kom sebagai moderator.

            Pada sesi pertama Irwan memaparkan seputar definisi dan ruang lingkup invensi dan discovery, jenis paten, karakteristik paten, rute produktivitas paten, alur pendaftaran paten, dan  alur Perlindungan Paten. Ada perbedaan istilah paten dan discovery. Menurut sosok jebolan S2 – Manajemen Teknik/Manajemen Bisnis ini bahwa invensi yaitu ide yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses dan pengembangannya, sedangkan Discovery adalah penemuan terhadap suatu benda atau hal yang sudah dikenal atau sudah ada sebelumnya secara alami tapi belum diketahui orang. Tentang hal ini beliau seraya mencontohkan dalam kegiatan eksplorasi para peneliti di LIPI.

Istilah paten, mengacu pada Undang Undang No. 13 Tahun 2016 yaitu hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Lebih jauh orang yang ngator di PPII sebagai Analis KI dan Patent Drafter ini menjelaskan tentang invensi yang tidak dipatenkan, hal-hal yang tidak mencakup invensi, patentabilitas , perlindungan dan alur paten, dan contoh-contoh kekayaan intelatual lainnya seperti merk, hak cipta dan desain industri.

Dalam patentabilas ternyata ada dua jenis paten yaitu paten biasa dan paten sederhana. Paten Biasa harus terdapat kebaruan (Novelty), langkah inventif dan dapat diterapkan dalam industri. Sedangkan Paten sederhana mengandung Novelty terdapat pengembangan dan dapat diterapkan dalam industri. Dalam sela sela paparan, orang yang berpengalaman sebagai Pengajar Kekayaan Intelektual pada PPJF Peneliti dan Pusbindiklat LIPI ini menegaskan bahwa paten itu mudah atau sederhana asalkan memenuhi persyaratan. Selain itu “yang bisa dipatenkan adalah invensi dibidang teknologi” ungkapnya.

                Sesi berikutnya Prio mempresentasikan tentang bagaimana strategi menyusun dokumen paten. Secara garis besar beliau menyampaikan terkait fungsi dokumen paten, apa saja yang harus ditulis dalam menyusun draf paten, dan bagaimana trik dan tips menulis dokumen paten. Beliau memaparkankan secara teknis pembuatan dokumen paten dengan detail beserta contoh-contohnya. Dalam hal memulai menulis draf paten, orang yang sehari hari ngantor di cibinong ini menyarankan agar peserta mendownload template dokumen paten : http://intipdaqu.inovasi.lipi.go.id/file/paten/tempalate-paten.doc.Intinya bahwa dalam membuat draf paten isiya terdiri dari judul invensi, bidang teknik invensi, latar belakang invensi, uraian singkat invensi, uraian singkat gambar, uraian lengkap invensi. Uraian singkat gambar tidak diperlukan bila tidak ada gambar dan “Untuk gambar tidak diwajibkan” kata orang yang berpengalaman di KI sejak 2014 hingga kini.

            Antusiasme dari peserta ternyata tidak hanya sebatas pendaftaran namun banyakya pertanyaan yang disampaikan ke moderator juga menandakan bahwa penyampaian konten masih diperlukan oleh masyarakat atau stakeholdernya. Nah bagaimana pembaca? Saatnya mencoba membuat draf dokumen paten bagi yang sudah mempunyai invensi, bila ada yang ditanyakan lebih detail silakan kunjungi hki.inovasi@mail.lipi,go.id, www.inovasi.lipi.go.id atau media sosial inovasiLIPI. (dk/thp)