DIGITAL CONTENT MARKETING “BRANDING DAN KOMUNIKASI PRODUK ERA DIGITAL”

DIGITAL CONTENT MARKETING “BRANDING DAN KOMUNIKASI PRODUK ERA DIGITAL”

Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII LIPI) menyelenggarakan webinar serial Digital Content Marketing: “Branding dan Komunikasi Produk Era Digital” pada Rabu 06/05/2020. Kegiatan yang dimoderatori oleh Elfira Rosa Juningsih dengan narasumber Analis Rencana Program dan Kegiatan PPII LIPI Rusli Fazi, ini merupakan webinar pertama yang dilakukan PPII LIPI di tahun 2020. Penyelenggaraan acara ini melalui media zoom webinar dan live streaming di kanal YouTube LIPI yang diikuti oleh 94 orang peserta berasal dari berbagai profesi dan instansi seperti akademisi baik dosen maupun pelajar, peneliti, pebisnis/swasta, lembaga litbang, instansi pemerintah, humas, dan masyarakat umum.

Sebelum dimulainya penyampaian materi oleh pembicara, moderator memperkenalan tupoksi PPII yang merupakan salah satu satuan kerja di LIPI yang mempunyai tugas menjembatani kegiatan komersialisasi hasil riset LIPI yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat baik akademisi, pebisnis dan instansi pemerintah maupun swasta. Masyarakat yang ingin berbisnis silakan mengunjungi PPII Cibinong untuk melihat teknologi LIPI yang dapat dimanfaatkan. Selain itu PPII juga memberikan pelayanan pengayaan ilmiah kepada masyarakat dan knowledge sharing.

Rusli dalam presentasinya menyebutkan ada lima langkah yang harus dilakukan untuk memulai kreativitas diera digital yaitu:

(1) Ide.  Memiliki ide dalam bentuk produk, jasa bahkan tulisan. Sehingga kita merasa yakin ide itu bisa dijual atau bermanfaat;

(2) Branding. Setelah kita memiliki ide, kita membranding ide tersebut dengan baik, ciptakan visi dan tetapkan sasaran strategisnya, kembangkan kreatifitas visualnya. Menurut Rusli branding adalah merk + nilai + solusi. Atau kalimat kerennya branding adalah memvisualisasikan visi ke dalam merek yang menghasilkan nilai untuk memberi manfaat dan solusi. Jadi brand itu bukan hanya logo, merek, iklan, packaging, slogan, pameran ataupun promosi. Produk ataupun jasa yang kita buat tidak bisa memasarkan dirinya sendiri karena itu kita perlu membuat brand untuk barang/jasa yang kita buat untuk berbagai manfaat;

(3) Skenario Komunikasi. Buat cerita yang unik tentang produk kita, bahkan kalau perlu kita harus membantu branding produk kita dengan melakukan Personal Branding. Kenapa Personal Branding? Karena personal branding itu penting bukan hanya diri kita sendiri tetapi kita dalam hal yang lebih luas mengatasnamakan suatu brand;

(4) Pemasaran online: tanpa pemasaran, branding produk kita tidak akan sampai ke konsumen. Era pemasaran masa kini, interaksi perusahaan atau pemilik brand dengan pembeli sasaran dapat dilakukan melalui media digital. Dengan biaya promosi yang murah, jangkauan yang sangat luas, serta kemudahan mengubah strategi marketing menjadikan Digital Marketing menjadi pilihan yang layak menggantikan konsep pemasaran tradisional yang kebanyakan hanya satu arah. Perkembangan teknologi informasi tersebut justru menjadi peluang bagi kebangkitan produk lokal beserta potensinya. Dengan kreatifitas dan inovasi saatnya brand/produk lokal untuk tumbuh dan bersinar;

 (5) Inovasi. Inovasi bisa bermacam-macam, kita bisa membuat kolaborasi, memanfaatkan media baru, atau melakukan inovasi produk dan layanan itu sendiri.

Yang menarik adalah ketika sesi tanya jawab peserta webinar mengajukan pertanyaan bagaimana menjual produk yang sudah terkenal dan bagaimana mempromosikan wisata? Pembicara menjawab prinsipnya menjual hal yang sudah terkenal adalah tetap menjaga komunikasi dengan konsumen. Produk yang tidak melakukan iklan atau komunasi pasti penjualannya akan menurun lama kelamaan akan tenggelam karena ada kompetitor yang gencar melakukan iklan. Sedangkan untuk mempromosikan wisata adalah melalui media online, yang paling mudah adalah website yang merupakan online marketing luar biasa untuk mengiklankan potensi daerah. Dengan syarat website tersebut memuat informasi yang mudah dicari dan lengkap meskipun website tersebut masih dalam bentuk yang sederhana. Dan website tersebut dipromosikan melalui media sosial. (sti/thp)