KUNJUNGAN PUSISPAN LAPAN KE PPII LIPI: LAPAN FOKUS MELAKUKAN SKEMA INKUBASI

KUNJUNGAN PUSISPAN LAPAN KE PPII LIPI: LAPAN FOKUS MELAKUKAN SKEMA INKUBASI

Dalam rangka hilirisasi, pengembangan, pengkajian, dan penerapan hasil penelitian  untuk membangun perekonomian serta meningkatkan daya saing nasional, Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa (Pusispan) selaku unit pengkaji dan pengembangan inovasi di bidang penerbangan dan antariksa LAPAN yang salah satu fungsinya adalah  pelaksanaan alih teknologi di bidang penerbangan dan antariksa bermaksud melakukan kajian inkubator bisnis teknologi melakukan kunjungan kerja terkait Sharing Knowledge pengelolaan inkubator bisnis teknologi di Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII – LIPI) pada Hari Senin  (09/03).

Dalam kunjungan dan sharing knowledge tersebut, rombongan yang terdiri dari 4 (empat) orang staf yaitu Maulana Mifthahul Janah, S.E., M.M. selaku Kepala Subbidang Alih Teknologi sekaligus sebagai pimpinan rombongan, Sigit Julimantoro selaku Analis Kebijakan Madya, Erni BR. Simanjuntak, dan Fildzah A. Silmi. Kunjungan diterima dan disambut oleh Kepala Bidang Inkubasi Teknologi PPII – LIPI Setiowiji Handoyo S.E. M.E. dan Nugraha Ramadhany, S.Kom. selaku Kepala Subbidang Inkubasi Teknologi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah PPII – LIPI beserta staff PPII – LIPI Siti Kholiyah, SAB., MAP. dan Pradhini Digdoyo, S.T.P.

Pada awal pertemuan Kepala Subbid Alih Teknologi, Maulana Miftahul Janah menyampaikan  latar belakang dan tujuan kunjungan Pusispan LAPAN ke PPII – LIPI, antara lain fokus melakukan skema inkubasi. Kemudian Setiowiji Handoyo menyampaikan paparan singkat tentang gambaran umum reorganisasi LIPI secara keseluruhan. Reorganisasi yang terjadi di LIPI menimbulkan posisi-posisi baru di beberapa satuan kerja. Selain itu juga dijelaskan tentang profil PPII – LIPI, tugas dan fungsi, jenis layanan dan kegiatan, fasilitas, serta memberikan penjelasan dan gambaran singkat PPII – LIPI dalam menjalankan proses bisnis pengelolaan inkubator bisnis teknologi. Dari hasil paparan tersebut Pusispan – LAPAN tertarik dengan proses inkubasi dan pra inkubasi yang dilakukan PPII terkait pengelolaan inkubator bisnis teknologi di LIPI.

Peneliti LIPI fokus menghasilkan invensi hasil penelitiannya, sedangkan PPII-LIPI melaksanakan proses pendaftaran paten invensi serta kegiatan hilirisasi teknologi hasil penelitian. Apabila ada hasil riset yang berpotensi untuk dipasarkan maka PPII akan siap membantu melakukan proses riset pasar dan melakukan perlindungan kekayaan intelektual yang dikerjakan oleh  bidang Menejemen Kekayaan Intelektual. Apabila akan dikembangkan dalam bentuk royalti dan lisensi dikerjasamakan dengan intansi lain/mitra swasta akan dilakukan oleh bidang Alih Teknologi, dan jika dikomersilisasikan oleh UMKM atau start-up dilakukan di bidang Inkubasi Teknologi.

Optimalisasi aset, pemanfaatan laboratorium saat ini dikelola oleh PPII sehingga satker tidak perlu memikirkan biaya pemeliharaan dan pengadaan alat laboratorium yang baru. Satker hanya mengusulkan peralatan laboratorium saja. Dengan adanya E- layanan sains LIPI (ELSA) merupakan perwujudan peran LIPI sebagai penyedia infrastruktur penelitian, pengembangan dan pengkajian nasional baik sumber daya manusia maupun perangkat lunak dan keras serta sebagai hub kolaborasi aktivitas kreatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbuka bagi akademisi, industri, UMKM, SDM IPTEK dan masyarakat lain. ELSA masih terus dikembangkan untuk memfasilitasi bisnis yang terkait dengan pemanfaatan laboratorium. Sehingga alat laboratorium tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh peneliti LIPI tetapi relasi inkubator bisnis bisa memanfaatkannya juga.

Mekanisme inkubator bisnis yang dilakukan oleh PPII ada dua cara, yaitu pertama merekrut perusahaan start-up dan UMKM yang akan menggunaan teknologi hasil riset peneliti LIPI. PPII akan menghubungkan peneliti yang memiliki hasil penelitian dengan Technologycal Readiness Level 7-8 (TRL) yang siap dikomersialisasikan dengan calon-calon mitra atau perusahaan-perusahaan start-up. Kedua yang berkaitan dengan UMKM yang sudah berdiri tetapi masih perlu pengembangan lebih lanjut. Kedua mekanisme ini dibantu dengan melakukan pendampingan, difasilitasi dengan peralatan riset, peralatan pengembangan produk, fasilitas pendampingan dengan para peneliti yang tepat.

PPII rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan direncanakan dua minggu sekali dengan mengundang UMKM yang ada disekitar Cibinong. PPII juga mengundang UMKM untuk melihat fasilitas yang ada di PPII sehingga muncul ide untuk melakukan bisnis dan dapat melakukan pendaftaran di inkubator PPII. Selain itu PPII mengadakan forum dengan peneliti LIPI di masing-masing kawasan program yang dilakukan PPII. Selain itu PPII mengadakan forum dengan peneliti LIPI di setiap kawasan.

PPII berupaya melakukan kerjasama dengan instansi di sekitar Cibinong baik Pemkot dan Pemda Bogor, HIPMI, IPB, Pegadaian, Kemenakertrans dll. Selain LIPI kawasan Cibinong juga di kawasan Serpong, Bandung dan Yogyakarta juga melakukan hal yang sama.

Setelah penyampaian paparan dilanjutkan dengan diskusi atau sharing knowledge terkait pengelolaan inkubator bisnis teknologi di kedua belah pihak. Kunjungan Pusispan – LAPAN ke PPII – LIPI diakhiri dengan foto bersama. (tiw/THP).